Sisi Lain Kehidupan

Desember 21, 2008 at 10:40 am (Rainbow of Life)

Ini adalah sebuah catatan perjalanan kesebuah desa nan jauh disebuah pulau. Bukan merupakan perjalanan wisata ataupun sekedar hiburan semata. Merupakan sebuah rangkaian kegiatan akhir tahun kampus, yaitu kegiatan Bakti Sosial. Kebetulan pada saat itu saya lah yang diutus bersama salah salah satu teman untuk melakukan survey sebelum melaksanakan kegiatan. Dan target tempat yang akan kami kunjungi adalah sebuah desa yang terletak disebuah pulau nan jauh, desa yang sungguh sangat tertinggal. Bahkan untuk menempuh perjalanan kesana pun,harus menggunakan kapal kecil yang disebut Feri (kapal penyeberangan).

Desa tersebut adalah Tamban, lebih tepatnya kami akan berkunjung ke desa Tamban Muara. Sesampainya didermaga perjalanan masih dilanjutkan dengan menempuh jarak 3 km dengan menyisiri jalan setapak yang penuh dengan benjolan, lubang, hancur. Tak ubahnya bagaikan kubangan lumpur.

jalan_berliku

Setelah sampai ditempat yang menjadi target, kami bermaksud menemui Kepala Desa (Pembakal). Lagi-lagi kami dihadapkan dengan perjalanan yang sama, tak sedikitpun ada jalan mulus yang bisa dilalui, bahkan ini lebih parah. Untuk menuju ketempat Pembakal saja (yang tiak lain sebagai pemimpin desa) seperti ini. Kami sadar mereka tidak berdaya, mereka tidak mampu untuk membangun serta memperbaiki desanya tanpa ada bantuan, tanpa kuncuran dana. Mereka tergolong rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Bagaimana dengan Pemerintah?? Apakah Kalian Mati Suri? Atau mungkin sudah lupa bahwa memiliki sebuah bahkan beberapa desa yang jauh disebuah pulau sana.

Setelah bertemu dengan Pembakal dan banyak medapatkan Informasi mengenai keadaan Desa. Kami merasa sangat simpati dengan keadaan Desa itu. Dan dari Informasi yang ada dapat disimpulkan bahwa, Pemerintah seolah-olah lupa bahkan tidak tahu bahwa masih banyak daerah-daerah dipesisir pulau nan jauh disana yang masih tertinggal jauh pembangunannya.

Sebenarnya mereka sudah lama mengajukan surat kepada Pemerintah untuk melakukan perbaikan dan perawatan jalan , serta rehabilitasi untuk sekolah. Dana BOS dari Pemerintah Pusat hanya cukup untuk memberi gaji kepada guru-guru pengajar. Sedangkan untuk perawatan sekolah tidak cukup.Padahal sekolah tersebut sudah sangat rapuh, bagaikan sebuah gudang, dinding-dinding yang sudah berlobang, jendela yang tak karuan bentuknya, lemari yang tak ada fungsi karena sudah hancur, hanya pajangan yang membuat orang merasa iba melihatnya. Tak ada nya Plang / Identitas sebuah kelas, bahkan yang paling menyedihkan mereka tidak pernah sekalipun melaksanakan Upacara Bendera yang seharusnya wajib dilaksanakan, berhubung mereka tidak mempunyai lapangan.

sekolah6

Dinding yang penuh Lubang

sekolah2

Jendela kawat dan lemari yang rusak

sekolah3

Kursi dan meja Yang kusam

sekolah4

SD Negeri Tamban Muara 2

Sungguh malang desa tersebut, jauh dari yang saya bayangkan sebelumnya.
Ternyata disisi setiap kehidupan selalu ada saja yang kurang.
Tapi yang diharapkan sebenarnya adalah bagaimana kita bisa memperbaiki kekurangan itu untuk menjadi yang lebih baik.

Semoga mereka yang “Mati Suri” tergerak hatinya untuk segera membangun dan memperbaiki keadaan tersebut.

Permalink 6 Komentar

SeBuah Catatan di baLik Jeruji Besi

Desember 3, 2008 at 2:16 pm (Rainbow of Life)

Sesuatu yg indah itu terkadang hanya lewat sebentar. Seperti hembusan angin yang menerpa rindangnya pohon. kekilauan cahaya tak mampu terangi diri yang sudah d’belenggu akan gelap. dunia yang indah tak terasa ketika kita di pintu akan kehancuran. Sungguh gelap, hampa dan pengap, tak tau kmana arah tujuaan. begitu indahnya diriku yg dulu,kini kmna kah kau pergi? sungguh begitu cpat kau meninggalkan diriku, di saat aku tak berdaya dibalik jeruji besi. sanggup kah ku hidup disini? disaat semua org tlah meninggalkan ku, hanya dirimu yg ku punya, tapi skrang kau jg mninggalkan ku. aku merindukan dirimu … aku membutuhkan bimbinganmu disaat aku disodorkan puluhan pertanyaan yang membuatku tersiksa. masa dpan ku ad d’setiap jawaban yg keluar dari mulutku. Aku khilaf akan kesenangan yang menghancurkan hidupku.

Malam yg indah bersama, berkumpul, canda dan tawa kni tak ada lagi dalam hidupku. hanya ada sekelompok tikus” kecil penghibur malam” ku. sungguh hina diri ku. kenapa aku tak sanggup menahn smua itu. kenapa setelah terjadi aku baru bisa menyadari dan menahan semua itu.

Angin … jika saja kau berwujud mungkin kau bsa mendengar jeritan hati ku. dan mungkin kau bsa menyampaikan pesan ku kepada semua org termasuk bangsa ku ini. betapa khilafnya diriku dan sungguh aku ingin mengukir taubat d’hatiku. Kenikmatan yg dlu ku dapat dari sebuah benda laknat hanyalah sebuah kenikmatan sesaat. kini ku sadar … aku ingin memulai lagi hidupku dgn lembaran yg baru. betapa pedih dan tersiksanya diriku menanggung semua yg tlah ku perbuat. aku ingin kembali… kembali menjadi diriku yg dulu. diriku yg kokoh, yg tak prnah tergoda oleh perkataan siapapun. dgn membawa sebuah pengalaman yg begitu pahit. aku berjanji! aku akan membebaskan teman” d’luar sana dari belenggu kesesatan. Memulai dari diriku sendiri aku akan belajar dan mengabdikan diriku untuk bangsa ku ini.

Say no to drugs !!!

Penyesalan itu akan datang ketika kita sudah mengalaminya .

images

Permalink 8 Komentar

KetiKa bosaN iTu daTang !

Desember 1, 2008 at 12:28 pm (Rainbow of Life)

dLam hitungan jam aKu sDh biSA meMbuang 75 % Wktu ku dGn siA-siA. aKu tDk Tau aP yG ku Lakukan pD hari iTu,. aKu hanya bisa diaM dan TErmenUng meNatap InDahnya dan beTapa damainya Langit diaTas saNa. aKu suNggUh kecEwa paDa haRi iTu. Hanya aDa pUsink daLam pikiRan ku.

aKu suNgguh iNgin meLepaskan diRi paDa hari itu, aKu pUsink …

BeTapa Bosan nya Ku paDa hari iTu …..

Niat beLajar ku terTUnda hanYa kaerena Mood dOsen pada hari itu. muNgkin aDa masaLah yG dia Pkirkan, aTo apa Lah.. yanG iMbas nya ke Kami. siaL kamI seMUa kNa seMprot …. kaMi tak Tau aPa”… dia tiBa” maRah… (bLa… bLa … bLa.. aU .. aU … Negea kju fbvfjkj xbgs) … kaCau Lah sMUa …  => taPi sePertinya maRahnya tDk sePerti iTu? jiKa sePerti itu berSyukurLah, kaRena aKu tDk paHam…. Ngek .. nGek…

KuLIah baTaL … taL … taL …

dGn oLeh” yG haRus diTEraPkan mInggu DEpan… yah iniLah taKdir …

seMoga sMUa msaLah beLIau cePat seLesai daN kamI semUa menGharapKan kebiJaksaNaaN yG beNar” biJak ,….

Permalink 3 Komentar

Jangan jaDikan MasaLah iTu suAtu Beban!

November 26, 2008 at 1:11 pm (Rainbow of Life)

aku tak mengerti apa yg aku katakan, tapi itulah yang aku rasakan. Dua hari yang lalu di suatu tempat aku bertemu dengan seseorang,yang aku pun tak kenal siapa itu orang? dia berkata kepada ku “setiap permasalahan itu pasti ada jalan keluar, sebesar apapun permasalahan itu” kebingungan terjadi dalam diri ku, siapakah org ini? apa maksud dari kata-kata itu? apakah dia seorang ahli penerawang, tuKang suLap, paranormal, dukun, ato teletubies yang menyamar jadi manusia setengah dewa. karena kata-kata itu seolah menusuk dan melekat dihati ku, yang kebetulan pada saat itu aku sedang menghadapi suatu masalah yang rumit. dalam pikiran ku kenapa org ini bisa tau kaLau aku sedang menghadapi masalah? Jika dia bukan seorg ahLi, ato paranormal bagaimana mungkin dia tau kaLau aku sedang nenghadapi masalah? Apakah mungkin di Jidat ku tertuLiskan “aku sedang ada Masalah” gA muNgkin kan!!
kaTa-kata itu seLaLu terBayang daLam pikiran ku. Apa yang terjadi dalam diri ku, aku memandangi dia dan terdiam beberapa menit. Sedangkan dia dengan santainya menghembuskan asap rokoknya. “APakah aku kenal dengan Bapak?” Kemudian oRg aneh iTu menjawab “kamu tiDak kenaL dgn aku begitu juGa aku tiDak kenaL dGn kamu”,”LaLu kenapa Bapak BerbiCara sePerti iTu?”. “Tanya Lah paDa diRimu senDiri!!!”
Bagaimana mungkin aku bisa bertanya dgn diri ku sendiri? aPakh aku harus bercermin dan bertanya kepada diri ku, aPakah aku yang daLam cermin bisa memberi jawaban?
tiDak muNgkin !!!!

Tapi mimik wajah dan tingkah itu menggambarkan semuanya, disituLah jawaban nya. sekarang aku tau kenapa org itu jadi berbicara seperti itu dengan ku!

Setiap masalah dalam kehidupan itu ada tetapi semua itu tergantung kita menyikapinya, kebanyakan org yang sedang menghadapi suatu masalah itu tidak bisa tenang bahkan tidak mungkin bisa tertawa terbahak-bahak. yang ada hanya mimik wajah yang terlihat lesu, letih, prustasi, dan bingung. Disitu lah terlihat suatu permasalahan yang sedang dihadapi.

“Setiap mimik wajah dan tingkah laku itu menggambarkan dgn persoalan yang sedang kita hadapi”

tak muNgkin oRg yg sedang memikul masalah besar bisa tertaWa disaat ada org yg meLuchu,dimana yang Lain sedang tertawa terbahak-bahak. yang ada cuMa sedikit Senyum yg tDk siMetris. karena unSur terpaksa.

kecuaLi oRg GiLa yang teRus tErTawa disaat Suka & Duka ….

BeLajar Lah unTuk menGhadapi suTau masaLah itu dGn TenanG, JangaN biaRkan Menjadi Beban …
frustasi

Permalink 3 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.